25 August 2025 05:50
Dalam waktu kurang dari dua bulan, utang nasional Amerika Serikat kembali mencetak rekor baru. Data terbaru menunjukkan bahwa pemerintah AS menambah utang sebesar $1 triliun hanya dalam 48 hari, atau sekitar $21 miliar per hari. Kondisi ini semakin memperkuat kekhawatiran banyak pihak, termasuk investor dan pelaku pasar kripto, bahwa sistem keuangan fiat berada di jalur yang tidak berkelanjutan.
Total utang AS hampir menembus $38 triliun.
Defisit Juli 2025 mencapai $291 miliar, terbesar kedua sepanjang sejarah bulan Juli.
Defisit fiskal tahun berjalan sudah $1,63 triliun, berpotensi melewati $2 triliun.
Belanja pemerintah melonjak hingga 44% dari PDB, level yang hanya pernah terlihat saat Perang Dunia II dan krisis keuangan 2008.
Kondisi ini membuat pasar obligasi AS menuntut imbal hasil lebih tinggi. Lelang surat utang negara baru-baru ini mencatat yield di atas 5%, level yang jarang terlihat di era modern.
Banyak analis menilai masalah utang AS bukan semata soal suku bunga, melainkan pola belanja pemerintah yang tidak terkendali. Bahkan jika The Fed memangkas suku bunga, defisit tetap akan berada di kisaran triliunan dolar setiap tahunnya.
Pendapatan negara hanya tumbuh 2,5% per tahun, sementara belanja meningkat hampir 10% dalam satu bulan terakhir. Artinya, jurang fiskal semakin melebar.
Obligasi → Yield tinggi menambah beban bunga, memperdalam defisit.
Saham → Modal keluar ke obligasi, biaya pinjaman korporasi naik.
Komoditas → Emas dan energi berpotensi jadi pelindung nilai.
Crypto:
Jangka pendek: Yield tinggi bisa menekan likuiditas, memberi tekanan pada Bitcoin dan Ethereum.
Jangka panjang: Erosi kepercayaan pada fiat memperkuat narasi Bitcoin sebagai “emas digital”.
Stablecoin & tokenized Treasuries: Sudah menyerap permintaan investor, membuka jalan untuk aliran dana ke ekosistem kripto yang lebih luas.
Ketika pemerintah terus mencetak utang tanpa kontrol, risiko inflasi dan pelemahan dolar semakin besar. Bagi banyak investor, kondisi ini justru memperkuat daya tarik Bitcoin dan aset kripto lain yang memiliki pasokan terbatas.
Jika tren defisit berlanjut, Bitcoin dan aset digital berpotensi jadi “pelabuhan aman” baru di tengah badai fiskal AS. Sementara altcoin dapat ikut mendapat aliran likuiditas seiring meningkatnya minat institusi terhadap alternatif di luar obligasi AS.
Utang AS yang melonjak $1 triliun dalam waktu singkat menunjukkan bahwa sistem keuangan fiat berada dalam posisi rapuh. Crypto, khususnya Bitcoin, semakin dipandang sebagai lindung nilai terhadap salah urus fiskal pemerintah.
Ke depan, arah pasar kripto akan sangat dipengaruhi oleh:
Kebijakan belanja pemerintah AS,
Langkah The Fed dalam mengatur suku bunga,
Dan bagaimana investor global merespons krisis utang yang terus membesar.
Satu hal yang pasti: semakin besar jurang fiskal AS, semakin kuat pula narasi kripto sebagai alternatif finansial masa depan.
28 July 2025 15:50
Belakangan banyak yang bertanya:
26 July 2025 16:57
Di tengah ekonomi pangan yang semakin global, kepercayaan menjadβ¦
10 August 2025 06:14
Trading kripto menawarkan peluang keuntungan yang besar, tetapi β¦
31 July 2025 06:00
Harga Bitcoin mengalami penurunan moderat setelah keputusan Fedeβ¦