31 July 2025 05:44
Federal Reserve kembali mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 4,50% dalam pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada 30 Juli 2025. Ini merupakan kelima kalinya secara berturut-turut bank sentral AS menahan suku bunga di level tersebut, mencerminkan sikap hati-hati di tengah inflasi yang masih tinggi dan ketidakpastian global.
Namun, pertemuan kali ini tidak sepenuhnya bulat. Dua anggota Dewan Gubernur, yaitu Michelle Bowman dan Christopher Waller, memilih untuk memangkas suku bunga. Hasil voting menjadi 9 mendukung penahanan, dan 2 memilih pemangkasan. Ini merupakan pembelahan suara yang tidak biasa, mengingat terakhir kali terjadi dissent lebih dari satu gubernur dalam satu pertemuan adalah pada 1993.
Ketua The Fed, Jerome Powell, dalam konferensi persnya menegaskan bahwa kebijakan moneter tetap independen dan tidak dipengaruhi tekanan politik, termasuk dari Presiden Donald Trump yang secara terbuka mendesak pemangkasan suku bunga demi mendorong pertumbuhan ekonomi menjelang pemilu.
Powell menyatakan bahwa keputusan The Fed akan selalu berbasis data dan tidak akan gegabah dalam merespons perkembangan ekonomi yang masih beragam. “Kami memahami pentingnya stabilitas harga dan tetap berkomitmen pada target inflasi jangka panjang sebesar 2%,” ujarnya.
Data terakhir menunjukkan inflasi tahunan di AS pada bulan Juni 2025 berada di kisaran 2,7%, masih di atas target The Fed. Sementara itu, ekonomi AS tumbuh sekitar 3% pada kuartal kedua, mencerminkan ketahanan yang cukup kuat di sektor tenaga kerja dan konsumsi rumah tangga.
Namun, para analis mencatat bahwa tarif baru yang diberlakukan oleh pemerintahan Trump, serta ketegangan geopolitik dan perlambatan Tiongkok, tetap menjadi risiko utama terhadap proyeksi ekonomi ke depan. Hal ini mendorong sebagian pembuat kebijakan untuk lebih berhati-hati.
Pasar keuangan merespons keputusan ini dengan sedikit tekanan. Indeks S&P 500 turun sekitar 0,4%, sementara imbal hasil obligasi jangka pendek naik, mencerminkan ekspektasi pasar terhadap suku bunga yang lebih tinggi untuk lebih lama. Nilai tukar dolar AS menguat terhadap sejumlah mata uang utama.
Di sisi lain, probabilitas pasar untuk pemangkasan suku bunga pada pertemuan FOMC bulan September mengalami penurunan, dari sebelumnya 60% menjadi sekitar 45% setelah pernyataan The Fed dirilis.
Proyeksi dari internal FOMC masih membuka kemungkinan adanya dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing sebesar 25 basis poin sebelum akhir tahun 2025, namun hal ini sangat tergantung pada data ekonomi mendatang, khususnya inflasi inti dan pasar tenaga kerja.
Risalah pertemuan FOMC kali ini dijadwalkan akan dirilis pada 20 Agustus 2025. Dokumen tersebut diharapkan memberikan gambaran lebih dalam mengenai dinamika internal di tubuh Federal Reserve, termasuk latar belakang dissent dari dua gubernur dan kemungkinan arah kebijakan moneter selanjutnya.
10 August 2025 06:14
Trading kripto menawarkan peluang keuntungan yang besar, tetapi …
03 August 2025 07:34
Presiden Donald Trump kembali menggemparkan dunia dengan tindaka…
16 July 2025 06:46
Menilai nilai nyata dari XMR di tengah tuntutan privasi digital.…
15 July 2025 07:06
Dalam dunia kripto yang terus berkembang pesat, peran regulasi m…